Dietrich Bonhoeffer menghasilkan berbagai karya tulis yang sangat berpengaruh dalam dunia teologi Kristen, mulai dari disertasi akademis yang padat hingga refleksi mendalam dari dalam penjara. Berikut adalah buku-buku dan tulisan yang menjadi karya pentingnya:
- Sanctorum Communio (1927): Merupakan disertasi doktoralnya yang mengeksplorasi sosiologi gereja dari sudut pandang teologis. Dalam karya ini, ia mendefinisikan gereja sebagai “Kristus yang ada sebagai komunitas”.
- Act and Being (1930): Disertasi keduanya (habilitationsschrift) yang mengeksplorasi masalah kesadaran, hati nurani, dan ontologi dalam konteks teologi Reformasi.
- The Cost of Discipleship (1937): Karya ini dianggap sebagai klasik modern dan bukunya yang paling banyak dibaca. Di dalamnya, Bonhoeffer menyerang apa yang ia sebut sebagai “anugerah murah” (cheap grace) dan menyerukan umat Kristen untuk memeluk “anugerah mahal” (costly grace) yang menuntut ketaatan total dalam mengikut Kristus.
- Life Together (1939): Ditulis berdasarkan pengalamannya memimpin seminari bawah tanah di Finkenwalde. Buku ini membahas tentang hakikat komunitas Kristen, pelayanan mendengarkan, serta pentingnya disiplin spiritual dalam kehidupan bersama.
- Creation and Fall (1933): Berasal dari kuliah-kuliahnya di Universitas Berlin yang memberikan eksposisi teologis terhadap Kitab Kejadian bab 1-3 di tengah masa pergolakan politik di Jerman.
- Christ the Center (1933): Berdasarkan kuliah-kuliah Kristologi di Berlin, buku ini menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah pusat dari eksistensi manusia, sejarah, dan alam semesta.
- Ethics (diterbitkan anumerta): Bonhoeffer menganggap buku ini sebagai karya agungnya (magnum opus), meskipun tidak sempat ia selesaikan sebelum dieksekusi. Ia mengusulkan etika Kristen sebagai etika tanggung jawab yang berakar pada realitas konkret dunia, bukan sekadar prinsip-prinsip abstrak.
- Letters and Papers from Prison (diterbitkan anumerta, 1951): Kumpulan surat dan tulisan selama masa penjaranya yang memuat pemikiran provokatif tentang “Kekristenan tanpa agama” (religionless Christianity) dan dunia yang telah “menjadi dewasa”. Karya ini dianggap sebagai puncak dari perjalanan teologisnya.
- The Church and the Jewish Question (1933): Sebuah esai penting di mana ia berargumen bahwa gereja memiliki kewajiban untuk membantu semua korban ketidakadilan negara, bahkan jika mereka bukan orang Kristen, dan “mengganjal jari-jari roda” pemerintah yang bertindak tidak adil.
- After Ten Years (1942/1943): Sebuah refleksi yang ia tulis untuk rekan-rekan konspiratornya di gerakan perlawanan, yang memperkenalkan konsep “pandangan dari bawah”—kemampuan untuk melihat sejarah dari perspektif mereka yang tertindas dan menderita.
Seluruh karya tulis Bonhoeffer kini telah dikumpulkan dalam edisi kritis Dietrich Bonhoeffer Works in English (DBWE) yang terdiri dari 17 volume.